Minggu, 31 Maret 2013

BAB I PENDAHULUAN


BAB 1
PEMBAHASAN

A.                Latar Belakang Masalah
Guru  dalam dunia pendidikan sangatlah berarti dan memegang peran penting bagi maju mundurnya dunia pendidikan di negara manapun. Dalam pendidikan, guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pelatih dan pemimpin yang dapat menciptakan iklim belajar yang menarik, memberi rasa aman, nyaman dan kondusif dalam kelas. Keberadaannya di tengah-tengah siswa dapat mencairkan suasana kebekuan, kekakuan, dan kejenuhan belajar yang terasa berat diterima oleh para siswa. Kondisi seperti itu tentunya memerlukan keterampilan dari seorang guru, dan tidak semua mampu melakukannya. Menyadari hal itu, maka penulis menganggap bahwa keberadaan guru yang kompeten sangat diperlukan. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru adalah kompetensi pedagogik.
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar, seorang guru yang berkompetensi harus terlebih dahulu mampu merencanakan program pengajaran. Kemudian melaksanakan program pengajaran dengan baik dan mengevaluasi hasil pembelajaran sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, seorang
guru profesional akan menghasilkan anak didik yang mampu menguasai pengetahuan baik dalam aspek kognitif, afektif serta psikomotorik.
Dalam kegiatan mengelola interaksi belajar mengajar guru paling tidak harus memiliki dua modal dasar, yakni kemampuan mendesain program dan keterampilan mengkomunikasikan program tersebut kepada anak didik. Seorang guru harus mampu memilih dan memilah strategi apa yang akan digunakan dalam pembelajaran. Strategi tersebut haruslah disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.
Menurut Pupuh Fathurrahman dan Sutikno (2010: 3) strategi pembelajaran adalah suatu pola umum kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan menurut Wina Sanjaya (2008: 294) strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari berbagai pendapat mengenai strategi pembelajaran di atas, penulis simpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan.
Strategi pembelajaran berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai. Seorang guru yang mengajarkan ilmu pengetahuan dengan tujuan agar siswa mendapat suatu pengetahuan yang bersifat kognitif, akan menggunakan strategi pembelajaran yang efektif yaitu strategi yang dapat membuat siswa menjadi lebih aktif sejak memulai pelajaran sampai selesai dan agar siswa mampu merubah sikap tertentu. Salah satu strategi yang efektif untuk mengaktifkan siswa adalah strategi Active Knowledge Sharing (Saling Tukar Pengetahuan). Active Knowledge Sharing adalah  strategi yang memberikan penekanan kepada siswa untuk saling berbagi dan membantu menyelesaikan pertanyaan yang diberikan. Artinya ketika siswa yang tidak mampu menjawab suatu pertanyaan atau mengalami kesulitan, maka siswa lain yang mampu menjawab pertanyaan dapat membantu temannya untuk menyelesaikan pertanyaan yang diberikan.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan penulis, diperoleh informasi bahwa disatu sisi di SMP Negeri 1 Cileunyi-Bandung telah diterapkan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing pada mata pelajaran PAI yang dipandang relevan dengan tujuan pembelajaran. Sehingga diyakini dapat meningkatkan prestasi kognitif siswa pada mata pelajaran PAI. Namun kenyataannya  disisi lain, prestasi kognitif siswa pada pembahasan binatang halal dan haram masih kurang menggembirakan, hal ini diketahui dari hasil evaluasi pada ulangan harian yang dilaksanakan oleh pihak sekolah.
Fenomena diatas menunjukkan adanya kesenjangan antara yang seharusnya dengan kenyataan. Disatu sisi tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing cukup positif, namun disisi lain prestasi kognitif siswa pada pembahasan binatang halal dan haram tergolong rendah, sehingga timbul permasalahan, mengapa hasil belajar siswa masih kurang menggembirakan padahal strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing  sudah dilakukan? Bagaimana prestasi kognitif siswa kelas VIII pada pembahasan binatang halal dan haram ? bagaimana sebenarnya tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing di kelas VIII? Serta bagaimana hubungan antara tanggapan siswa kelas VIII terhadap strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing hubunganya dengan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram ?

Bertitik tolak dari latar belakang masalah diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam sebuah penelitian yang berjudul: “Tanggapan Siswa Terhadap Penerapan Strategi  Pembelajaran Active Knowledge Sharing Hubungannya Dengan Prestasi Kognitif Mereka Pada Pembahasan Binatang halal dan haram (Penelitian di kelas VIII SMPN 1 Cileunyi-Bandung)
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka masalah penelitiannya dapat diuraikan adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana tanggapan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi Bandung tentang penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing?
2.      Bagaimana prestasi kognitif  siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi Bandung pada pembahasan binatang halal dan haram ?
3.      Bagaimana hubungan antara tanggapan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi Bandung terhadap penerapan  strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing dengan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram ?
C.    Tujuan Penelitian
  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1.      Tanggapan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi Bandung tentang penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing
2.      Prestasi kognitif  siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi Bandung pada pembahasan binatang halal dan haram
3.      Hubungan antara tanggapan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi Bandung terhadap penerapan strategi pembelajaran  Active Knowledge Sharing dengan prestasi kognitif siswa pada pembahasan binatang halal dan haram
D.    Kerangka Pemikiran
Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing (variable X) dan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram (variable Y)
Tanggapan sebagai salah satu fungsi jiwa yang pokok, dapat diartikan sebagai gambaran ingatan dari pengamatan, dalam objek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu pengamatan. (Abu Ahmadi, 2009: 64). Jadi tanggapan muncul apabila proses pengamatan telah selesai. Sardiman (2011: 218) menyatakan bahwa:
Sikap menerima atau senang akan menimbulkan perilaku seperti: diam penuh perhatian, ikut berpartisipasi aktif dan akan akan bertanya karena kurang jelas. Sikap acuh tak acuh tercermin dalam perilaku yang setengah-setengah. Sedangkan sikap tenang (menerima) seperti bermain sendiri. Mengalihkan perhatian kelas, mengganggu teman yang lain atau bahkan mempermainkan guru.
Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa indikator tanggapan itu dapat dibagi kepada dua bagian, yaitu:
1.      Tanggapan positif yaitu rasa menerima, menyukai, berminat dan perhatian terhadap guru atau pelajaran.
2.      Tanggapan negatif yaitu rasa tidak menyukai, menolak atau menghindar, acuh tak acuh terhadap guru atau pelajaran. Hal ini akan terlihat pada sikap siswa pada mata pelajaran dan guru.
Secara bahasa, strategi adalah siasat, trik,  teknik, atau cara. Secara umum strategi adalah pedoman dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Pupuh Fathurrahman dan Sutikno,2010: 3).
Menurut M. Sobry Sutikno (2008: 84) kata “pembelajaran” berarti segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Sedangkan Mohamad Surya (2004: 13-14) mengemukakan bahwa proses pembelajaran adalah proses individu mengubah perilaku dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Strategi pembelajaran aktif (Active learning) adalah strategi belajar yang menuntut keaktifan serta partisipasi siswa dalam setiap kegiatan belajar seoptimal mungkin sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efrektif dan efisien (Hamdani, 2011:149). Pembelajaran aktif adalah kegiatan belajar mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan mata pelajaran yang dipelajarinya (Lukmanul Hakim, 2009:54).
Strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing merupakan salah satu strategi yang dapat membawa siswa untuk siap belajar materi pelajaran dengan cepat. Strategi ini dapat digunakan untuk melihat tingkat kemampuan siswa dan membentuk kerjasama tim. Strategi ini dapat dilakukan pada hampir semua mata pelajaran. (Hisyam Zaini, 2008: 22).
Adapun langkah-langkah strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing menurut Hisyam Zaini (2008:22) adalah:
1.      Guru membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.
2.      Minta peserta didik untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3.      Minta peserta didik untuk berkeliling mencari teman yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui atau diragukan jawabannya. Tekankan pada mereka untuk saling membantu.
4.      Minta peserta didik untuk kembali ketempat duduk mereka kemudian periksalah jawaban mereka.
Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa indikator penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing adalah : (1) menerima (2) Menyukai, (3) Berminat dan (4) Perhatian.
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Istilah “cognitive” berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti mengetahui. Dalam arti yang luas, cognition (kognisi) ialah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Muhibbin Syah, 2004: 66). Jadi, yang dimaksud dengan prestasi kognitif adalah hasil yang telah dicapai dalam belajar yang bersifat pengetahuan.
Keberhasilan siswa dalam belajar tidak hanya didukung oleh totalitas tugas utamanya sebagai siswa saja, tetapi disamping itu ketepatan guru sebagai pendidik memilih strategi pembelajaran harus direncanakan dan ditentukan sebaik mungkin. Kaitanya antara pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dengan prestasi yang diperoleh, maka sangat logis apabila dikatakan bahwa strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing  menunjang terhadap keberhasilan/prestasi kognitif siswa pada Pembahasan binatang halal dan haram . Dalam hal ini, apabila siswa memiliki tanggapan positif terhadap strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing yang dilakukan oleh guru, maka ia akan memiliki prestasi kognitif yang tinggi. Tetapi sebaliknya, apabila siswa memiliki tanggapan  negatif terhadap strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing yang dilakukan oleh guru, maka ia akan memiliki prestasi kognitif yang rendah. Di samping itu perlu juga dicantumkan indikator – indikator prestasi kognitif siswa. Adapun indikator prestasi kognitif siswa yaitu: pengetahuan, pemahaman, penerapan (aplikasi) ,  analisis, sintesis, dan evaluasi. (Nana Sudjana, 2008: 50-52).
KORELASI
Berdasarkan kerangka teori di atas, maka diasumsikan bahwa dalam penelitian ini terdapat dua variabel pokok yang akan dipermasalahkan yaitu: Tanggapan siswa terhadap pelaksanaan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing (variabel X) dan prestasi kognitif siswa pada Pembahasan binatang halal dan haram  (variabel Y). Maka sistematika kerangka pemikirannya adalah sebagai berikut:
Prestasi Kognitif Siswa Pada Pembahasan Haji dan Umrah
(Variabel Y)

1.      Pengetahuan haji dan umrah
2.      Pemahaman haji dan umrah
3.      Penerapan (aplikasi) haji dan umrah
4.      Analisis haji dan umrah
5.      Sintesis haji dan umrah
6.      Evaluasi haji dan umrah
K
Tanggapan Siswa Terhadap Penerapan  Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing (Saling Tukar Pengetahuan)
(Variabel X)
Penerimaan, Kesukaan, Keberminatan, dan Perhatian terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing
Sharing, meliputi:
1.        Guru membuat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan.
2.        Minta peserta didik untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3.        Minta peserta didik untuk berkeliling mencari teman yang dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak diketahui atau diragukan jawabannya.
4.        Minta peserta didik untuk kembali ketempat duduk mereka kemudian periksalah jawaban mereka.

 


                                                                                                    

RESPONDEN




















 








E.     Hipotesis Penelitian
Untuk memperoleh jawaban sementara dari masalah yang akan diteliti perlu dirumuskan hipotesis penelitian. Hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti di bawah dan “thesa” yang berarti kebenaran. Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga harus diuji secara empiris (Yaya Suryana & Tedi Priatna, 2009: 149).
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing sebagai variabel independen dan prestasi kognitif siswa pada pembahasan haji dan umranh sebagai variabel dependen. Dengan menggunakan taraf signifikansi 5% atau taraf kepercayaan 95% diduga ada korelasi antara dua variabel yang akan diteliti. Dengan kata lain dapat dirumuskan hipotesis alternatif dan hipotesis nol. Ha: ada korelasi positif yang signifikan antara variabel Tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing dengan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram dan Ho: tidak ada korelasi positif antara variabel Tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing dengan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram.
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, dengan membatasi masalah yang terjadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi Kabupaten Bandung. Dapat dirumuskan hipotesisnya adalah semakin positif Tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing (variabel X), maka semakin tinggi pula Prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram (variabel Y). Sebaliknya semakin negatif Tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing, maka semakin rendah pula Prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram.
F.   Metodologi Penelitian
Untuk memperoleh data lengkap pada suatu kesimpulan yang dipertanggung jawabkan secara ilmiah dalam penelitian ini penulis mengambil langkah-langkah meliputi : (1) Menentukan jenis data, (2) Menentukan sumber data, (3) Menentukan metode penelitian dan teknik pengumpulan data, (4) Menentukan teknik dan tahapan analisis data secara rinci, tahapan tersebut diurai sebagai berikut:
1.    Menentukan Jenis Data
Secara garis besar data yang dikumpulkan dapat diklasifikasikan ke dalam 2 jenis, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berkaitan dengan kategorisasi karakteristik atau sifat dari variabel yang diteliti, sedangkan kuantitatif adalah data yang berhubungan dengan angka-angka, yakni data pengukuran yang dikualifikasi. Dilihat dari data yang diangkat, sejalan dengan permasalahan yang dihadapi, maka kedua data tersebut akan diarahkan pada upaya memahami tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing dan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram.


2.    Menentukan Sumber Data
Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh, dapat berupa bahan pustaka, atau berapa orang (informan atau responden) (Cik Hasan Bisri,1999: 59). Sebelum menjelaskan sumber data yang dimaksud dalam penelitian, ditegaskan kembali tentang beberapa pemahaman, istilah yang berhubungan dengan istilah sumber data yaitu variabel atau objek penelitian, subjek penelitian dan unit analisis. Sedangkan unit analisis adalah satuan tertentu yang diperhitungkan dan ditentukan oleh peneliti dari subjek penelitian. Adapun objek penelitian atau variabel penelitian adalah masalah pokok yang dijadikan fokus penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Yaya Suryana dan Tedi Priatna, 2009: 171)
Dalam penelitian ini seorang peneliti ingin mengetahui strategi belajar (Active Knowledge Sharing) yang digunakan oleh siswa maka yang menjadi objek atau variabel penelitian adalah strategi belajar (yang digunakan oleh siswa). Sedangkan subjek penelitian adalah siswa dan sumber data yang menjadi sasaran pengumpulan datanya adalah siswa itu sendiri atau kepala sekolah, guru dan staf TU yang sekiranya mengetahui tentang jenis strategi belajar (Active Knowledge Sharing) yang digunakan oleh siswa.
a.    Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Cileunyi Bandung khususnya siswa yang berada di kelas VIII. Alasan penulis memilih lokasi tersebut didasarkan pada latar belakang masalah yang menunjukkan adanya kesenjangan antara yang seharusnya yaitu diharapkan siswa setelah menggunakan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing memiliki prestasi kognitif yang baik pada pembahasan binatang halal dan haram dengan kenyataan yaitu kurangnya prestasi kognitif siswa pada pembahasan binatang halal dan haram. Selain itu, karena dilokasi tersebut ternyata pihak sekolah mengakui belum ada orang lain yang melakukan penelitian mengenai tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing jika dilihat dari hubungannya dengan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram.
b.    Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Suharsimi Arikunto, 2006:130). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cileunyi yang berjumlah 410 orang. Sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti (Suharsimi Arikunto, 2006: 131). Untuk pengambilan sampel penelitian ini penulis mengacu pada prinsip (Suharsimi Arikunto, 2006: 134) yaitu untuk sekedar ancer – ancer apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, jika jumlah subjeknya lebih besar dapat diambil antara 10 – 15% atau 20 – 25% atau lebih sesuai kemampuan peneliti. Oleh karena itu penulis mengambil  sampel dan populasi sebesar 10%, jadi banyaknya sampel adalah 10%  × 400 = 40 maka sampel menjadi 40 orang siswa.
Berdasarkan hasil observasi dilokasi penelitian diperoleh data mengenai jumlah populasi yang dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

TABEL I
KEADAAN POPULASI PENELITIAN
No
Kelas VIII
Populasi
Sampel
Jumlah Siswa
L
P
L
P
Jumlah
1
A
36
18
18
1
2
3
2
B
36
20
16
1
2
3
3
C
37
19
18
2
2
4
4
D
36
16
20
1
2
3
5
E
37
10
27
2
2
4
6
F
36
17
19
2
2
4
7
G
37
18
19
2
2
4
8
H
36
19
17
2
2
4
9
I
36
20
16
1
2
3
10
J
36
19
17
2
2
4
11
K
37
19
18
2
2
4
Jumlah
400
195
205
18
22
40
Sumber: Staf TU

3.    Menentukan metode penelitian dan teknik pengumpulan data
a.    Metode Penelitian
  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, karena sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh Yaya Suryana dan Tedi Priatna (2008: 88) bahwa “metode deskriptif tepat digunakan apabila penelitian ditujukan untuk menggambarkan kondisi faktual penyelenggaraan pendidikan, atau hal-hal lain yang berkenaan dengan dunia pendidikan tersebut”. Dengan menggunakan metode ini tidak hanya sekedar mengumpulkan data, melainkan sampai pada analisis dan membuat kesimpulan.
b.   Teknik Pengumpulan Data
  Untuk memperoleh data yang diperlukan, penulis melakukan studi lapangan yang dijadikan sebagai data pokok. Studi lapangan yang di maksud untuk mengumpulkan data empirik tentang pokok masalah yang sedang di teliti, dalam praktiknya beberapa teknik, yaitu:
a)    Observasi
Suharsimi arikunto (2010:199) berpendapat bahwa observasi adalah pengamatan, melalui kegiatan pemutaran perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Teknik ini bertujuan untuk memperoleh data tentang lokasi, gambaran tentang keadaan siswa dan guru, pada saat studi pendahuluan diantaranya mengenai kondisi objek SMPN 1 Cileunyi-Bandung.
b)   Teknik Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden, dan jawaban – jawaban responden dicatat atau direkam (Yaya Suryana & Tedi Priatna, 2009: 200). Teknik ini dapat dilakukan langsung kepada orang yang bersangkutan. Dengan teknik ini penulis lakukan terhadap kepala sekolah, guru Agama yang bersangkutan maupun Staf TU. Teknik ini bertujuan untuk memperoleh data tentang sejarah singkat, gambaran umum lokasi penelitian, jumlah guru maupun populasi.
c)    Angket
Angket adalah instrumen pengumpul data yang digunakan dalam teknik komunikasi tidak langsung, artinya responden secara tidak langsung menjawab daftar pertanyaan tertulis yang dikirim melalui media tertentu (Subana, dkk 2000 : 30). Teknik ini diarahkan untuk mengumpulkan data melalui komunikasi tidak langsung.
Responden ditentukan berdasarkan teknik sampling, dengan demikian angket merupakan alat pengumpul data yaitu untuk respondenyang relatif besar sehingga sulit dilakukan dengan wawancara. Angket yang digunakan pada penelitian ini adalah angket terstruktur dengan jawaban tertutup, angket tersebut diberikan kepada siswa SMPN 1 Cileunyi-Bandung kelas VIII dan bersifat langsung guna diperolehnya data kuantitatif mengenai tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing.  Responden harus memilih alternatif jawaban yang telah tersedia kemudian hasil jawaban angket dikembalikan untuk diolah.
Angket berorientasi positif dan berbentuk pilihan ganda, masing-masing setiap item terdiri dari 5 option, yaitu a,b,c,d, dan e dengan bobot nilai untuk option a berbobot 5, b berbobot 4, c berbobot 3, d berbobot 2, dan e berbobot 1 dan sebaliknya untuk pertanyaan negatif. Pada penelitian ini penulis hanya menggunakan angket yang berorientasi positif.
Teknik ini bertujuan untuk memperoleh data tentang tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing.
d)   Test
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi Arikunto, 2010:193). Teknik tes disini berbentuk tes tulis, yaitu dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan dari pembahasan binatang halal dan haram  kepada siswa kelas VIII  SMP Negeri 1 Cileunyi Kabupaten Bandung, yang bertujuan untuk memperoleh data tentang prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram  setelah menggunakan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing.
e)    Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan merupakan aktivitas dalam penelitian sebagai upaya untuk memperoleh teori atau informasi teoritik melalui bahan bacaan yang sebanyak-banyaknya. Teknik ini bertujuan untuk memperoleh data tentang landasan teoritik dari teori dan konsep yang berhubungan dengan tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing hubungannya dengan prestasi kognitif mereka pada pembahasan binatang halal dan haram.

4.      Menentukan Prosedur Analisis data
Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah pengolahan data. Data yang terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan analisis statistik untuk data kuantitatif dan analisa logika untuk data kualitatif. Pengolahan data bermaksud membuktikan hipotesis yang telah diajukan. Adapun langkah-langkahnya meliputi 1) Analisis parsial dan 2) Analisis korelasi. Uraian mengenai tahapan langkah analisis tersebut secara rinci  adalah sebagai berikut:
a.         Analisis Parsial
Analisis parsial adalah analisis yang dilakukan untuk mendalami dua variabel secara terpisah, dalam hal ini untuk mendalami variabel tanggapan siswa terhadap keluarga sebagai lingkungan belajar (veriabel X) dan prestasi kognitif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak (variabel Y). Dalam menganalisis data parsial ini tiap variabel ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.        Analisis parsial per indikator variabel X dan Y
Analisis ini dimaksudkan untuk mencari rata-rata skor setiap indikator dari masing-masing variable, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Menghitung jumlah skor yang diperoleh dari tiap-tiap jawaban item dan mengelompokannya sesuai dengan yang diperoleh dari responden.
b.      Menjumlahkan seluruh jawaban item dalam tiap-tiap indikator kemudian membaginya dengan banyak responden.
c.       Menghitung jumlah skor indikator dan membaginya dengan jumlah seluruh item serta banyaknya responden secara sistematis dapat dirumuskan.
d.      Untuk variabel X dengan rumus: M = . Setelah diketahui rata-rata,
kemudian akan dilakukan identifikasi yang mengacu pada standar penafsiran sebagai berikut:
0,5 - 1,5 = Sangat negatif
1,5 - 2,5 = negatif
2.5 - 3,5 = sedang
3,5 - 4,5 = positif
4,5 - 5,5 = Sangat positif                        
(Suharsimi Arikunto, 2010:255)
  1. Sedangkan untuk variabel Y menggunakan rumus: M = Untuk identifikasinya mengacu pada skala penilaian 0 – 100, sebagai berikut:
80 – 100  =  Sangat Baik
70 – 79    =  Baik
60 – 69    =  Cukup
50 – 59    =  Kurang
  0 – 49    =  Gagal                                        (Muhibbin Syah, 2004: 153)
2.        Uji Normalitas data variabel X dan Y
Untuk melaksanakan analisis ini terlebih dahulu harus menyusun keadaan data sebagaimana terdapat dari hasil angket dan tes, kemudian data tersebut disusun berdasarkan kadarnya yakni disusun mulai dari nilai tertinggi sampai dengan nilai terendah. Setelah itu baru melakukan analisis tendensi sentral dengan langkah-langkah berikut:
a.       Menentukan distribusi frekuensi dengan dengan langkah-langkah berikut:
1)      Menentukan Rentang (R), dengan rumus:
R = (HL) + 1                                                      (Sudjana, 2005 : 47)
2)      Menentukan banyaknya kelas Interval (K), dengan rumus:
K = 1 = 3,3 log n                                                    (Sudjana, 2005 : 47)
3)      Menentukan Panjang Interval (P), dengan rumus:
P = R/K                                                                  (Sudjana, 2005 : 47)
4)      Membuat tabel distribusi frekuensi variabel
b.      Uji tendensi sentral dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1)      Mencari rata-rata (Mean), dengan rumus:
                                                                (Sudjana, 2005 : 67)
2)      Mencari Median (Me), dengan rumus:
                                                (Sudjana, 2005 : 79)
3)      Mencari Modus (Mo), dengan rumus:
                                            (Sudjana, 2005 : 77)
4)      Membuat kurva tendensi sentra dengan ketentuan sebagai berikut:
·      Kurva Juling negatif apabila M < Me < Md,
·      Kurva juling positif apabila M > Me > Md.
c.       Menentukan uji Normalitas data masing-masing variabel yang meliputi:
1)      Menentukan Standar Deviasi (SD), dengan rumus:
                                         (Sudjana, 2005 : 95)  
2)      Membuat tabel disrtibusi observasi dan ekspektasi untuk variabel X dan Y dengan ketentuan sebagai berikut:
-    Menentukan batas nyata
-    Menentukan harga Z hitung dengan rumus:
                                                 (Sudjana, 2002:99)
-    Menentukan harga Z daftar
-    Menentukan luas daerah interval (Li)
-    Menetukan frekwensi ekspetasi (Ei)
3)      Menentukan chi kuadrat ( ) hitung, dengan rumus:
                                                 (Sudjana, 2002: 73)
4)      Menentukan derajat kebebasan (dk), dengan rumus:
dk = K-3 dengan K= kelas interval                         (Sudjana, 2005 : 293)
5)      Menentukan nilai chi kuadrat ( ) tabel dengan taraf signifikasi 5%
6)      Pengujian Normalitas data dengan ketentuan:
·         Jika (χ2hitung)<(χ2tabel), maka data tersebut berdistribusi normal,
·         Jika (χ2hitunl)>(χ2 tabel), maka data tersebut berdistribusi tidak normal.
3.        Penafsiran Variabel X dan Y
Klasifikasi kategori variabel X dengan menafsirkan tendensi sentral dan dibagi oleh jumlah item berdasarkan pada skala 5 absolut. Jika data berdistribusi normal, maka cukup dengan rata-ratanya saja (Mean) untuk ditafsirkan. Jika data tidak berdistribusi normal, maka penafsirannya harus dilihat dari ketiga tendensi sentral, yaitu: Mean, Median, dan Modus, kemudian dibagi oleh jumalh item soal. Hasilnya diinterpretasikan kepada skala lima (lihat hal 17).
Klasifikasi kategori variabel Y dengan manafsirkan tendensi sentral (Mean) dengan skala lima Analisis Korelasi (lihal hal 17).

b.      Analisis Korelasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui keterkaitan antara variable X dengan variable Y. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1)        Menentukan Persamaan Regresi Linier, dengan tahapan sebagai berikut:
a)      Membuat tabel untuk mencari harga yang diperlukan untuk pengujian linieritas regresi serta analisis koefesien korelasi.
b)     Menentukan Persamaan Regresi Linier, dengan rumus:
Ŷ = a + bX
                         (Sudjana, 2005 : 315)
2)        Uji linieritas regresi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a)        Menentukan Jumlah Kuadrat Regresi a (JKab) dengan rumus:
                                                         (Subana, 2000: 162)
b)       Menghitung Jumlah Kuadrat Regresi b (JKba)  dengan rumus:
                                (Sudjana,2005:328)
c)        Menghitung Jumlah Kuadrat Residu (JKr) dengan rumus:
                                        (Subana, 2000: 163)
d)       Menghitung Jumlah Kuadrat kekeliruan (JKkk) dengan rumus:
                                        (Subana, 2000: 163)
e)        Menghitung Jumlah Kuadrat ketidakcocokan (JKtc) dengan rumus :
JKtc = JKr – JKkk                                                        (Subana, 2000: 163)
f)        Menghitung Derajat Kebebasan(Dbkk) dengan rumus :
Dbkk = n – K                                                              (Subana, 2000: 163)
g)       Menghitung Derajat Kebebasan ketidakcocokan (Dbtc) dengan rumus:
Dbtc = K – 2                                                               (Subana, 2000: 163)
h)       Menghitung Rata-rata Kuadrat kekeliruan(RKkk) dengan rumus:
RKkk = JKkk : dbkk                                                                      (Subana, 2000: 163)
i)         Menghitung Rata-rata Kuadrat ketidakcocokan (RKtc) dengan rumus:
RKtc = JKtc: dbtc                                                         (Subana, 2000: 163)
j)         Menghitung nilai F ketidakcocokan (Ftc) dengan rumus:
Ftc = RKtc: RKkk                                                                          (Subana, 2000: 163)
k)       Menentukan nilai F tabel, dengan taraf signifikansi 5 %.
Ftabel = Fα (dbtc/dbkk)                                                   (Subana, 2000: 163)
l)         Menguji linieritas regresi, dengan ketentuan sebagai berikut:
§  Apabila nilai Fhitung< Ftabel, maka data menunjukan regresi linier.
§  Apabila nilai Fhitung> Ftabel, maka data menunjukan regresi tidak linier.
  (Subana, 2000: 163)
3)        Menghitung Koefisien Korelasi dengan ketentuan sebagai berikut:
a)      Apabila data berdistribusi normal dan beregresi linier,  maka  menghitung harga koefisien korelasinya menggunakan rumus product moment, yaitu:
               (Sudjana, 2005: 369)
b)      Apabila  salah satu atau kedua datanya berdistribusi tidak normal serta tidak beregresi linier, maka untuk menghitung harga koefisien korelasi tersebut menggunakan korelasi rank dari Spearman, dengan rumus:
                                  Suharsimi Arikunto, 2010: 321)
c)      Menentukan penafsiran Koefisien Korelasi dengan kriteria sebagai berikut:
0,00 – 0,20           = Sangat rendah (Tak berkorelasi)
0,20 – 0,40           = Korelasi rendah
0,40 – 0,60           = Korelasi sedang
0,60 0,80           = Korelasi tinggi
0,80 – 1,00           = Korelasi sangat tinggi         

(Suharsimi Arikunto, 2010: 319)
4)        Uji Hipotesis dengan tahapan sebagai berikut:
a)        Menentukan harga thitung, dengan rumus:
                                                                             (Sudjana, 2005:377)
b)        Menentukan Derajat Kebebasan (db), dengan rumus:
Db = n - 2                                                                  (Sudjana, 2005:332)
c)        Menentukan harga ttabel, dengan taraf signifikansi 5%,
d)       Menguji hipotesis dengan ketentuan sebagai berikut:
§  Hipotesis diterima jika t hitung > t tabel, sebaliknya
§  Hipotesis ditolak jika t hitung <  t tabel.
5)        Uji Pengaruh Variable X terhadap Variable Y, dengan tahapan sebagai berikut:
a)         Menghitung ketiadaan korelasi, dengan rumus:
b)        Menghitung besar kecilnya pengaruh variable X terhadap variable Y, dengan rumus:
E = 100 (1 – K)
Keterangan:  E = Efisiensi ramalan
            K = Derajat ketidakadaan korelasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar